Psikolog: ‘Bahaya’ Lagu Natal Diulang Tanpa Variasi Bagi Pegawai

Ilustrasi toko saat Natal | Image source: belfastlive.co.uk

Musik natal memang pada kenyataannya terasa asyik di telinga. Terutama saat dimainkan di hari-hari natal.

Amatilah di pusat perbelanjaan dan mal, adanya banyak hiasan Natal, juga tedengar lagu Natal diputar tanpa henti.

Tetapi, secara mengejutkan jika musiknya “itu-itu saja”, maka musik Natal dapat berdampak negatif pada kesehatan emosional kata ahli psikologi klinis.

Linda Blair, pakar psikolog klinis mengungkapkan pendapatnya seperti yang diungkapkan oleh CBS News.

Blair menyatakan, menyetel musik Natal banyak bisa memicu emosi yang tidak menyenangkan.

Stres diidentikkan dengan stimulus yang mengarahkan pemikiran agar berbelanja, berlibur, dan berpesta, dan juga ingatan-ingatan lainnya yang teridentifikasi dengan Natal.

Terkait dengan evaluasi ini, ada riset di Amerika Serikat yang menampilkan beberapa fakta menarik bahwa orang Amerika pada umumnya mengeluarkan 700 dolar AS atau sekitar Rp 9,5 juta untuk menghabiskan keperluan hadiah Natal.

Terlepas dari belanja saat ini, lagu Natal juga mengarahkan pengembangan ingatan yang berbeda, seperti kenangan-kenaangan.

Lagi pula, jika itu muncul adalah kenangan buruk. Ini akan memicu sentimen kesengsaraan dan perasaan negatif lainnya.

Semua hal dipertimbangkan, seperti yang ditunjukkan oleh Blair dalam situasi unik ini, pembeli yang berada di mal tidak mungkin mendapat masalah, karena mereka hanya sebentar atau sementara saja berada di toko.

“Perhatian utama adalah bagi para pekerja di toko yang ‘terjebak’ dengan lagu Natal yang itu-itu saja.”, kata Blair.

“Saya merekomendasikan karyawan berbicara kepada manajer mereka, karena ketika musik sangat keras dan daftar putar lagunya sedikit, karyawan itu dikhawatirkan menjadi rentan jengkel.”, tambah seorang psikolog ini.

“Kita berbicara dalam konteks emosi, di bagian otak amigdala,” terang Blair lagi.

Amigdala berasal dari amigdala Latin, kumpulan syaraf seperti bentuk kacang almond.

Amigdala diterima sebagai bagian dari otak besar yang berperan dalam mempersiapkan dan mengenang respons emosi.

Apa solusinya? Blair menyarankan bahwa berilah rangkaian lagu yang lebih menarik dan lebih beragam untuk menangani masalah ini.

Sudahkah Anda mengatur bermacam-macam lagu Natal untuk ditambahkan ke kebahagiaan Natal tahun ini?

Pastikan ikhtisar melodi berfluktuasi dan berganti-ganti, agar lagu Natal tidak akan mempengaruhi perasaan pegawai Anda.

source: kompas.com


Posted in Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *