Rahasia Ilmiah Peramal (a.k.a. Mentalist)

Pernahkah kamu menemui seorang peramal ghaib (dukun)? yang ternyata menjelaskan kepada anda banyak hal tentang masa lalu anda, keadaan sekarang, atau prediksi masa depan.

Pernahkah kamu menonton acara magician (mentalis)? yang ternyata juga bisa menebak tentang diri penonton yang suka rela naik ke atas panggung. Baik itu karakternya, profesinya, masa lalunya, ataupun apa yang akan dipilihnya.

Sekarang pertanyaan yang paling menarik adalah saat Anda mendengar sang mentalist di layar kaca ini, berkata “saya menjamin semua yang saya tampilkan seni magic di sini bebas mistis, semuanya sains“. Terus anda menjadi ragu dengan berpikir “benarkah mentalis itu sains?” Padahal pertunjukannya sangat sulit dinalar akal biasa. Untuk itulah artikel ini ada dan mengupas sampai ke akarnya.

Dan untuk menegaskan bahwa peramal ghaib (dukun) tidak akan saya bahas di sini, karena akan menyangkut perihal agama masing-masing yang mempercayainya. Namun saya mempercayai hal ghaib itu ada dan meminta bantuan ghaib memungkinkan.

Mentalis secara bahasa adalah “orangnya” sedangkan mentalisme “ilmunya”. Sekarang apakah mentalisme ini adalah tipuan terbesar sepanjang sejarah (Rowland, 1998)? Anda bisa menjawabnya setelah selesai membaca seluruh artikel ini.

Selanjutnya ada istilah yang berbeda ketika orang awam kebanyakan menyebutnya fenomena “ramal-meramal” atau orangnya disebut “peramal”. Maka pihak mentalis berbeda, yaitu menyebutnya “tebakan berpendidikan” keren bukan? Dari sini sekarang anda pastinya mulai berpikir kata “berpendidikan” adalah hal yang ilmiah atau sains.

Jawabannya adalah “ya” bahwa mentalisme itu ilmiah. namun dalam mentalisme itu banyak cabang ilmunya, yang sekarang fokus kita adalah cabang ilmu bernama “Cold Reading“, dan “Hot Reading. Dan saya tegaskan bahwa keduanya itu saintifik dalam melakukan “tebakan berpendidikan”.



Anda belum percaya? Baiklah kita mulai dari sejarah teori secara singkat dan mudah pastinya. Ada seorang psikolog klinis Amerika bernama Bertram R. Forer pada 1949 mempublikasikan hasil penelitiannya yang berjudul “The fallacy of personal validation: A classroom demonstration of gullibility Journal of Abnormal and Social Psychology” yang salah satu faktanya tentang “orang-orang pada dasarnya menerima deskripsi tergeneralisir dari kepribadian-kepribadian mereka tanpa menyadari ternyata evaluasi yang sama padahal bisa diterapkan juga pada orang lainnya (Wikipedia, 2016).”

Deskripsi tergeneralisir adalah suatu kalimat pernyataan yang diumpankan dari mentalis hingga apakah anda bereaksi atau tidak dari pernyataan tersebut. Reaksi dari anda sifatnya sangat subtle (halus) seperti bahasa tubuh, ekpresi wajah, pola bahasa, dan atau tekanan suara yang pada akhirnya hanyalah membantu sang mentalis tentang informasi lain yang anda simpan atau tidak mau anda katakan. Tentunya anda perlu belajar tentang bahasa tubuh, ekspresi wajah, dan lain-lain tersebut untuk mendalami “tebakan berpendidikan” ini. Dalam fokus artikel ini kita tidak akan membahas semua hal tersebut. Kita sekarang fokus pada cara kerja “tebakan ilmiah” dari sang mentalis dan beberapa variannya.


Sudah selesai saya menguaps sejarah teori ilmiahnya, sekarang kita masuk lebih dalam apa itu Cold Reading? loh, bukankah tadi itu penjelasan cold reading? benar sekali! Namun “tidak seluruhnya lengkap”. 

Cold Reading memiliki dua komponen; (i) Penampilan fisik tubuh, (ii) Pernyataan tergeneralisir. Sekarang kita membahas varian pernyataan tergeneralisir beserta contohnya (Rowland, 1998):


  1. Menebak karakter
  2. Menebak fakta/peristiwa
  3. Memprediksi yang akan terjadi


  • Pertama, penebakan karakter dari satu contoh teknik bernama “Barnum Statements” dengan contohnya “You are an independent and original thinker, you don’t just accept what people tell you to believe.” Bagaimana pendapat anda pernyataan itu, sungguh umum bukan, dan pasti diterima semua orang?
  • Kedua, penebakan fakta/peristiwa dari satu contoh teknik bernama “The Trivia Stat” dengan contohnya “You have a box of old photographs at home”, You tried learning a musical instrument as a child, but then gave up”, “You have owned, an item of clothing which you bought and then never wore”.
  • Ketiga, penebakan yang akan terjadi dari satu contoh teknik bernama “Certain Predictions” dengan contohnya “Someone new is going to come into your life”, atau “You will experience problems with an investment, or with something you have bought.”

Dan Hot Reading adalah mengkombinasikan informasi-informasi yang didapat dari teknik cold reading sebelumnya (Wikipedia, 2016). Sehingga menjadi satu tembakan tebakan yang kuat setelah berbagai informasi diintegrasikan jadi satu.

Dan ada tiga hal yang menjadi faktor tambahan keefektifan teknik ini (Rowland, 1998);

  1. The Win-Win Game (strategi mengubah ‘kesalahan’ agar menjadi ‘kebenaran’)
  2. Putting It All Together (tidak ada satu teknik untuk satu orang, sehingga memerlukan pemilihan teknik yang berbeda-beda, silahkan cari sendiri teknik lainnya)
  3. Coping With Sceptics (cara mengatasi orang yang berpandangan skeptis terhadap fenomena ‘membaca pikiran’ ini)

 

Dan sekarang akan saya tutup artikel ini dengan kutipan yang cocok menggambarkan pandangan orang terhadap teknik ini, 

The power of accurate observation is often called cynicism by those who have not got it.” -George Bernard Shaw


Advertisement


Artikel Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *