Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Psikolog Forensik tengah memberikan keterangan psikologis dengan menyampaikan data hasil mengevaluasi terdakwa/saksi, Image source: gettyimages.com

Halo apa kabarnya pecinta psikologi?

Sudah nonton belum film-film psikologi yang bertema Psikologi Forensik?

Jika belum, mungkin beberapa daftar film psikologi forensik di bawah layak untuk kamu tonton.

Review Film kali ini adalah beberapa ahli Psikologi Forensik dalam Peran-Peran Berbeda, berbeda-beda keahliannya.

Review Film Psikologi Forensik #1: The Net 2.0

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Image source: wikipedia.org


Hope: Kau ingin memastikan apa aku sehat untuk menghadapi pengadilan.

Psikiater: Karena itu kita disini, Untuk ketahui siapa kau sebenarnya.

Hope: Aku tahu siapa diriku. Kau pikir aku gila?

Psikiater: Tidak.

Hope: Berkhayal?

Psikiater: Ya. Kau harus ceritakan padaku bagaimana ini bisa terjadi.

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Psikiater tengah Mengevaluasi Hope | Image source: screengrab from Film “The Net.2.0 (2006)”

Cerita Si Hope ini cukup sedikit rumit difahami di awal menontonnya, tetapi kalian akan mengerti saat melihat bagian akhir filmnya. Karena film ini adegannya seperti terbalik, yaitu di awal adegan ditangkapnya si Hope.

Film ini mengkisah Hope (pemeran utama) seorang analis keamanan komputer yang berangkat menuju Istanbul, hingga tiba di Istanbul lalu identitasnya tiba-tiba dicuri oleh orang lain.

Jadi, saat dia melakukan pekerjaan pertamanya untuk mengetes keamanan jaringan perbankan di suatu kantor di Istanbul dia dicurigai seorang penipu. Dan Hope juga kehilangan passport dan identitasnya tidak bisa menunjukkan bukti tentang dirinya saat di kantor tersebut.

Hingga pada akhirnya dia dikejar dan ditangkap polisi, lalu dikunjungi oleh seorang psikiater.

Psikiater ini melakukan tugas agar bisa memahami lebih baik benarkah si Hope penipu atau dia bisa membuktikan dirinya bukan penipu dengan analisa psikologisnya. Tetapi, pada akhirnya si Psikiater, Dr. Kavak belum dapat mempercayainya meskipun dia tetap berpikiran terbuka terhadap kesempatan satu-satunya yang dimiliki Hope, yaitu bukti jumlah uang yang dikirim ke rekening Hope sendiri oleh orang lain.

Yang menjadi menarik dalam film ini adalah saat psikiater melakukan wawancaranya dengan cara yang tidak biasa, yaitu analisa kelogisan, pendalaman psikologisnya dengan wawancara empati (berpikiran terbuka), dan ketahanannya dengan jumlah waktu yang lumayan lama, hanya untuk mendengarkan alasan tersangka Hope ini.

 

Review Film Psikologi Forensik #2: I am Sam

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Image source: wikipedia.org


Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Psikolog Forensik (untuk Pengadilan) tengah mengevaluasi Pria Dewasa Berkebutuhan Khusus terkait Hak Asuh Anak | Image source: screengrab from Film “I am Sam (2001)”

Psikolog: Tuan Dawson, apa Anda faham bahwa karena saya adalah psikolog yang ditunjuk oleh pengadilan maka kerahasiaan antara klien dan terapis DITIADAKAN?

Psikolog: Apa Anda mengerti? kerahasiaan akan ditiadakan…

Sam: (melambaikan tangannya tanpa berkata)

Psikolog: Bagus. Mari kita mulai.

Sam: Suatu kali aku pernah ke dokter yang kantornya berwarna oranye. Semua temboknya dicat oranye. Kau kenal dengannya? Dia punya kantor oranye dan dia ada di Van Nuys.

Psikolog: Aku ingin bertanya tentang Lucy. Berapa umurnya sekarang?

Sam:  Enam tahun. Tujuh tahun.

Psikolog: Dia baru saja berulang tahun, kurasa.

Sam: Ya.

Psikolog: Ya? bagaimana pestanya?

Film ini bercerita kisah seorang Ayah yang ditolak oleh pemerintah dalam mengasuh anaknya. Sam Dawson, seorang pria yang memilik keterbelakangan mental (khususnya IQnya yang kurang). Sam adalah orang tua tunggal Lucy. Saat Lucy mulai tumbuh dewasa, menjadikan Lucy lebih cerdas dari Ayahnya (dalam hal IQ kognitifnya).

Anak-anak lain mengganggunya karena Ayahnya memiliki “keterbelakangan mental”, membuat Lucy sendiri merasa sangat dipermalukan.

Setelah kemampuan membesarkan anaknya dipertanyakan, dan atas desakan teman-temannya, Sam mendekati seorang penasihat hukum yang ahli, Rita Harrison namanya.

Setelah kalah di persidangan tentang hak asuh anaknya bernama Lucy, Lucy tinggal di bersama seorang Ibu bernama Randy Carpenter yang merawatnya (yang disebut pengadilan agar terpenuhi kebutuhan IQ lanjutan untuk anak nya).

 

Review Film Psikologi Forensik #3: Johnny English Reborn

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Image source: wikipedia.org


Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Psikolog Organisasi (Biro Intel MI7 Inggris) tengah mengevaluasi Agen yang Traumatis Gagal Misi | Image source: screengrab from Film “Johnny English Reborn (2011)”

Johnny English (Rowan Atkinson) menjalani pencerahan diri (terapi diri) dengan mengunjungi pelatihan di kuil Shaolin di Tibet, sesaat setelah dirinya merasa gagal dan bersalah dalam misi di daerah Mozambik.

English (Agen MI7) ini diperhatikan oleh psikolog organisasi MI7 sebagai orang yang tidak umum, perilakunya yang aneh. Lalu psikolog menawarkan diri untuk memeriksanya apakah benar yang dikatakan English tersebut, tentang “kunci obat berbahaya” yang didapatkannya namun dihilangkannya juga karena kecerobohannya.

Lalu English pergi ke masa lalu dalam pikirannya dengan jentikan jari hipnosis oleh Psikolog ini. Meski film ini hanya sedikit menyinggung praktek psikolog ini, tetapi tetap menarik untuk kamu lihat.

 

Review Film Psikologi Forensik #4: CSI: Cyber

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Image source: wikipedia.org


Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Psikolog Organisasi (Biro FBI Amerika) tengah menginvestigasi petunjuk relasi & asesmen kondisi Ayah dari Anaknya yang dibullying | Image source: screengrab from Serial TV “CSI: Cyber – S1 Eps.7 (2015)”

Ini adalah film satu-satunya yang pernah ada yang menampilkan peran Psikolog di dunia penyalahgunaan teknologi Cyber. Tugas psikolog organisasi di sini adalah memimpin dan memberikan konsultasi apa yang harus dicari Tim IT, dan Tim Penindak (Agen), dan juga dalam suatu episode sempat Psikolog ini bernama Avery Ryan menangani kasus Cyberbullying, dia mendengarkan dengan empati terhadap Ayahnya, sembari juga menganalisis apakah bisa didapatkan motif dari bantuan Ayahnya. Dan lain-lain.

 

Review Film Psikologi Forensik #5: Lie to Me

Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Image source: wikipedia.org


Film Psikologi: Teknik yang Sering Dimiliki Psikolog Forensik
Ilustrasi Praktisi Micro Expression/Psikolog Forensik (Ilustrasi Lembaga Layanan Psikologi Lightman Group) tengah menginvestigasi & mengasesmen berbagai masalah dari Klien | Image source: screengrab from Serial TV “Lie to Me – S1 Eps.1 & 2 (2009)”

Psikolog forensik dalam film ini bernama Dr. Cal Lightman dan juga asistennya. Selain mencari kebenaran dengan mendeteksi kebohongan melalui sesi wawancara, mereka juga menggunakan taktik agar kebohongan itu diketahui dengan jelas. Seperti melalui perkataan yang provokatif oleh psikolog, dan juga berpura-pura.
Oke, bagaimana pendapat kalian?

Posted in forensic psychology

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *