Solusi Psikologi Mengatasi Tabel Perkalian Matematika

Solusi Psikologi Mengatasi Tabel Perkalian Matematika

Setelah mencari kesana-kemari metode yang termudah, belum juga saya dapatkan. Dimulai dari metode pertama saya dari guru SD dengan cara primitif yaitu MENGHAFAL perkalian dalam tabel 1 hingga 10. Gumam dalam dalam pikiran murid, “dua kali 2 empat, 5 kali 10 lima puluh, 7 kali 8 ….*mikir panjng sang murid karena sulitnya mengingat 7 dikali 8 berapa.”

Lanjut metode yang terkenal juga seperti mengingat tabel perkalian dengan menambahkan atau mengurangkannya dari satu posisi yang kita sebelumnya ingat (ini metode saya temukan sendiri, mungkin saja sudah ada tokoh yang membuat teori ini).

Misal, 7 x 5 = 35, dan kita mau tahu berapa 7 x 8?, maka kita menambahkan 35+7 = 42, tambah lagi sekali dengan 7 = 49. Voila!!!  7×8 = 49. Ini adalah teknik yang saya pribadi gunakan sesudah kesulitan dengan namanya MENGHAFAL dari metode yang diajarkan oleh guru SD saya dulu.

Namun mereka-mereka guru saya tetap berjasa untuk saya telah memperkuat saya dalam perkalian 2, 5, 10, dan 9. Kalau bukan karena mereka, mungkin saya masih perlu berpikir untuk menjawab keempat perkalian tersebut (2, 3, 5, 10, atau 9 yang hanya berturun-naik). Stop! dilarang tertawa & bertanya-tanya ada apa dengan perkalian 4, 6, 7, dan 8 saya. Sungguh sulit! saat itu

Tiba sudah saatnya saya masa kuliah, masih menghantui saya dengan namanya hitung-menghitung atau spesifik topik ini adalah ARITMETIKA  (tambah, kurang, kali, bagi) dalam subjek matematika ini. Saya masih penasaran solusi untuk otak saya yang TIDAK begitu kuat INGATAN saya dari orang-orang pada umumnya. Saya berselancar dalam web internet dengan laptop saya yang sudah terisi pulsa untuk online mulai mengetik huruf-huruf di keyboard, enter dan terbuka artikel yang menarik. Ahaa!! ada solusi baru dalam MENGINGAT PERKALIAN, kata saya.

Apa metode baru tersebut?, simaklah tabel berikut ini:

Solusi Psikologi Mengatasi Perkalian Matematika
Image source: ilmu-matematika.com
Metodenya adalah TETAP MENGHAFAL, Noooo!!!, kata saya. Tetapi, Ahaa!!! juga gumam saya. Dalam pikiran saya katakan dengan sekarang tahu metode ini telah menggeser kesulitan saya setengah perjalanan (1/2 kesulitan hilang) setidaknya begitu.

Jadi, metodenya adalah MENGHAFAL tabel perkalian dengan MENGHINDARI sesuatu YANG BERULANG. simak saja foto di atas, pasti Anda mudah memahaminya. Karena saya yakin orang yang membaca artikel ini cukup berpendidikan, jika tidak mungkin kesulitan membaca pengaturan kata-kata saya sejak awal di artikel. Hee!!, dan Anda pasti bukan anak SD.

Berjalan beberapa bulan saat saya masa kulah, saya masih memiliki HANTU dalam matematika, Hee!! maksudnya masalah matematika yang 1/2 menghantui saya dan belum saya temukan solusinya. yaitu HAFALAN. Tetapi dalam hal KECEPATAN dan KE-EFISIENAN menghitung sudah saya dapatkan dengan metode di gambar atas tersebut.

HAFALAN?, gumam saya dalam pikiran. Setelah beberapa bulan berlalu lupa tepatnya, saya menemukan strategi baru, yaitu MENGHAFAL tabel perkalian matematika dengan MNEMONIC.

Lihat Juga: Membuat Ingatan Super: Linking Mnemonic

Jadi, ini adalah metode ketiga yang sekarang saya gunakan dari permasalahan matematika saya, sejak metode primitif dari 1-10 dihafal, kedua metode tak berulang dari 1-10, ketiga adalah metode tak berulang juga dari 1-10 & dengan pemindah perhitungan dari yang terbesar-terkecil, dan mnemonic tipe PEGGING (Sistem Pasak) dan LINKING (Sistem Rantai).

Masih bingung metode ketiga saya? Berikut lebih simpelnya:

1. Nanti dulu menghafal dari 1-10 yang terhindar terulang jawabannya, ini adalah langkah terakhir kita lakukan.

2. Pertama-tama, Hafalah (ingat, ini bukan hafalan dengan otak kiri, tetapi otak kanan dengan, maka hasilnya begitu super) dengan Mnemonic dengan langkah-langkahnya mulai memindahkn ANGKA BESAR di awal dipikirkan, baru kalikan dengan yang ANGKA LEBIH kecil, tetapi jika sama angkanya 5 dan 5, tidak ada masalah di sini.

Selanjutnya setelah PEMINDAHAN (shifting number), semua yang perlu kita lakukan adalah mengubah ANGKA BESAR ke dalam gambar imajinasi pilihan, begitu juga dengan ANGKA RENDAH. Lalu, hasil perkaliannya tersebut misal ada dua angka, maka dua angka tersebut rubahlah menjadi gambar imajinasi pilihan kembali.

Intinya, adalah jika Anda ditanya berapa 7 x 8. Dan misal Anda sudah membuat gambar imajinasi 7 = sapi, dan 8 = buang angin sapi berwarna hijau, maka setelahnya Anda langsung mengingat 56 = polisi(5) memakai sepatu(6). Polisi memakai sepatu dalam pikiran Anda secara otomatis terlintas 56 saat itu.

Setelah Anda terlatih dengan hal ini, maksudnya jika ingin ke tingkat mahir, maka gabunglah dua angka dalam satu gambar, seperti saya dalam bahasa inggris 7×8 [shifting number menjadi > 8×7 > kemudian 87 {8=fu,7=ck}, 87 = fuck] setelah saya menyebut fuck dalam pikiran > langsung otomatis terlintas dalam pikiran saya ada warga berlarian dengan LAJU [La=5, Ju=6 / 56 = LaJu].

Mungkin metode saya yang terakhir ini agak sulit untuk pemula, sebaiknya Anda perlahan dulu dengan metode standar tanpa bahasa inggris, dan belum digabung angka bergambarnya. Sekian terimakasih. Akhir kata Selamat Saya telah hafal perkalian dari 2 hingga 9 (hee.. 1 dan 10 tidak perlu dihafal, ingat ini dalam pengajaran di sekolah.)

Berikut adalah bukti hafalan perkalian matematika saya dengan semua metode tersebut termasuk bahasa inggrisnya ada juga, sebelumnya silahkan simak:

**Ini adalah catatan petunjuk PEGGING (berdasarkan pronunciation dalam IPA/International Phonetic Alphabet bahasa Inggris) (Lorayne, 1957):
0 = S
1 = T, D
2 = N
3 = M
4 = R
5 = L
6 = J, CH, SH
7 = K, C
8 = V, F
9 = B, P

dianggap bukan angka = semua vokal A,I,U,E,O
dianggap tidak berangka = W, H, Y (akronim “why?”)
dianggap angka tunggal = Jika pronunciation PEGGING double, misal “RoSSa” adalah 4+0+0 atau 400, tetapi yang benar adalah 40 saja. Karena ada double pronunciation PEGGING yaitu “SS” dianggap “S” 1 kali saja.

 

Baiklah, sekarang ingatan permanen saya karena metode super efektif ini telah berhasil tertanam di otak saya setelah berlatih beberapa kali saja, berikut ini perkalian yang saya tidak hafal bahkan hingga saya kuliah, tetapi sekarang sudah dapat solusinya:

  • 6×4 = Ja+Ri = NaRi = Na(2)+Ri(4) = 24 (LINKING yang terjadi adalah cerita jari tangan saya sedang menari, NaRi berangka 24)
  • 7×6 = Ka+Jawa = Ria(4)+Ni(2) = 42 (LINKING = saya pergi ke jawa ketemu teman mahasiswi Riani dan berkenalan)
  • 7×7 = Ka+Ki = RoBoh(49) (LINKING = kaki saya terpeleset menginjak kakinya teman saya mahasiswi bernama S dan RoBoh bareng dan diejek orang-orang)
  • 8×7 = Fu+CK = La+Ju(56) (Linking yang saya contoh di paragraf sebelumnya saya berteriak FUCK dan warga tetangga berlarian laju, LaJu otomatis saya ingat)
  • 9×4 = Bo+R = MuJi(36) (ada kisah sebuah bor di rumah bersyukur dengan meMuJi tuhannya).
  • 9×6 = Pa+Jah = LaRi(54) (kisah lampu neon ruang tamu PaJaH atau padam, dan meLaRikan diri ke luar rumah)
  • 9×7 = Bu+Ku = JaM(63) (kisah sebuah buku sedang kesal dengan JaM tangan yang ada di meja, akhirnya dipukulnya)

 

THE END. sedikit aja mas,mba. sisanya udah hafal sejak SD. CMIW 🙂

Apakah Anda memperhatikan di atas ada perkalian yang saya lewati ditulis. Ya, karena sudah hafal yang lainnya sejak SD. Jika pertanyaan Anda mengapa? saya akan menjawab faktor lingkungan dan kejadian traumatis entah dari guru SD atau ketakutan pikiran bawah sadar saat SD. Tidak akan saya bahas di sini, di artikel selanjutnya. 🙂

Saya menanti Anda wahai para guru dan lainnya menceritakan pengalaman berharganya setelah mengatasai kesulitan Anda atau mereka anak-anak dalam menghafal perkalian matematika. Semoga berhasil dan sukses.


Advertisement


Artikel Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *