Teknik Konseling CBT Beck (Cognitive Behavior Therapy)

Teknik Konseling CBT Beck

Teknik konseling CBT sangat mudah dipelajari. Sebelum itu, dalam bidang Kejiwaan (Aliran psikiatri, tasawuf, pekerja sosial, psikologi, bimbingan konseling) selalu memiliki teknik top masing-masing. Dan yang perlu diperhatikan salah satu teknik konseling yang hampir serupa dengan CBT adalah REBT (dikenal juga dengan A-B-C) yang sering dicampur-adukan & disamakan. Sekarang Anda boleh fokus dalam gaya CBT ini agar Anda bisa sepenuhnya faham dari ajaran Aaron T. Beck ini.

Dalam praktek Aaron T. Beck juga anaknya Judith S. Beck dikenal dengan tiga tahapan dalam mensukseskan proses konseling tersebut (Beck, 2011, 2nd Ed)  yaitu;

 
(i) Modifikasi AUTOMATIC THOUGHT
(ii) Modifikasi INTERMEDIATE BELIEF
(iii) Modifikasi CORE BELIEF
 
Namun tidak semua jenis orang harus melalui 3 tahapan, ada juga yang hanya hingga INTERMEDIATE BELIEF sudah sukses ada perubahan psikologisnya, bahkan hanya saat modifikasi AUTOMATIC THOUGHT Dia (Beck, 2011, 2nd Ed).
 
Pertanyaan yang mungkin sedang Anda tanyakan adalah mengapa judul tekniknya COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY atau disingkat CBT. Bukankah ada kata TERAPI yang berarti teknik untuk menterapi? Ya, benar. Teknik ini DAPAT diterapkan saat SESI TERAPI.
 
Perbedaan antara KONSELING dan TERAPI mungkin di artikel berikutnya akan saya bagikan. Secara mendasar tidak semua orang boleh melakukan praktek terapi psikologi, tetapi semua orang boleh melakukan konseling ke teman dekat atau siapapun. Jadi, manfaatkan teknik ini untuk tujuan proses konseling atau bahkan bercakap-cakap yang dapat bermanfaat. Untuk perbedaan dalam SESI TERAPI teknik CBT ini memang sama digunakan, namun ada beberapa hal, prinsip, tahapan, teknik, strategi, dan lain-lain yang disiapkan dan dilakukan.
 
Baiklah, silahkan simak Teknik Konseling CBT Beck ini yang sudah saya buat sepraktis mungkin dengan 2 tahapan saja. Berikut:
 
SUPERFICIAL COGNITION [a.k.a AUTOMATIC THOUGHT]

Superficial Cognition (Proses Berpikir yang Dangkal) atau istilah yang cukup sama adalah pikiran yang terdistorsi. Pikiran terdistorsi dapat diketahui ketika seseorang berbicara atau bereaksi kepada Anda secara “minimnya informasi yang diberikan”, atau “biasnya informasi yang ditunjukan”, dan atau “tergeneralisasinya informasi yang disampaikan”.

Baiklah berikut adalah kasus-kasus dan sesi konseling di tingkat mengatasi/memodifikasi DISTORSI PIKIRAN pada seseorang klien dikutip dari buku (Beck, 2011, 2nd Ed) serta beberapa di antaranya saya buatkan kisah fiktif agar mudah difahami:

 

BELIEF [a.k.a INTERMEDIATE BELIEF & CORE BELIEF]


Belief adalah prinsip-prinsip dalam diri seseorang. Anda tidak perlu mengingat ada dua belief INTERMEDIATE dan CORE, karena akan memenuhi memori otak Anda saja (saya meyakini otak memiliki batasan kapasitas secara sudut pandang psikologis). Alasan saya mempermudah istilah-istilah dan mengubah istilah yaitu mengefisien-efisienkan memori subjektif agar secepat kilat mengingatnya dan faham baik secara teknikal maupun pola.
 

PENUTUP

Apakah Anda memperhatikan kasus di atas pihak konselor sering menunjukkan sikap bertanya dan membuat pertanyaan? Ya. Bagus Anda memahami jika menyadari hal ini. Inilah keunikan dari teknik CBT ini. Sebagian besar teknik CBT dapat memodifikasi psikologis kliennya adalah dengan bertanya, bukan dari menyatakan/menasehati/menyarankan (baca: sebagian kecilnya adalah Metaphor Statement) . Secara otomatis teknik ini  menjadi self-therapy bagi sang klien, artinya sang klien merasa dirinya lah ingin berubah dan tidak ada stimulus disuruh berubah oleh orang lain (baca: konselor). Semoga bermanfaat bagi calon konselor maupun ahli psikologi dan ahli kejiwaan terus membuka pandangan dan mengembangkan keterampilannya menjadi manfaat bagi yang meminta bantuan.
 
REFERENSI
Sumber Teknik: *Sebagian besar dari review buku Judith S.Beck (anak dari Aaron T. Beck) yang berjudul Cognitive Behavior Therapy, Second Edition: Basics and Beyond (2011, 2nd ed.) dengan saya rubah sedikit nama tekniknya agar memudahkan mengingat secara teknikal dan beberapa contoh kasus dari buku tersebut.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

18 − ten =