Trauma WTC, Itukah mengusir Adam Saleh dari Pesawat?

Trauma WTC, Itukah Mengusir Adam Saleh dari Pesawat?
Image source: nytimes.com
Terjadinya fenomena ‘Anti-Bahasa Arab’ di sebuah penerbangan pesawat di langit Amerika (21 Desember 2016, pesawat Delta) memunculkan kespontanan sikap dari penumpang lainnya yang ‘mengusir’ Adam Saleh dari sana.

Apakah penyebab dan kesepontanan sikap orang-orang di sana tersebut?

Adam Saleh (23) seorang warga asli Amerika, aktor, dan Youtuber.

Sebelum melangkah lebih jauh, bacalah transkrip dari ungkapan Adam melalui Twitternya secara langsung saat itu:

“DELTA KICKEDF us out.” itulah ungkapan pertama yang dilontarkan Adam Saleh di akun Twitternya (https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811517292785713153)

“delta airlines kicked us out for speaking Arabic to my mom on a plane.” yang kedua (https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811520596827746304).

“Please help us get back to NYC.” status yang ketiga kalinya (https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811523032372023296).

“UPDATE: Delta just brought the police to speak to us.” statusnya yang keenam (https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811546002264129537).

“UPDATE: were taking off right now and heading to our lawyer once in NYC. Any inquiries email: info@adamsalehworldwide.com”(https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811580552759443456) statusnya yang kesembilan.

“Hey, Me and Slim are finally back in NYC. We have landed safely and want to thank you all for your support. As you all know from the video I uploaded, we got kicked off a plane for speaking Arabic.

When we were being taken off the plane, I said ‘We’re getting kicked off the plane for speaking Arabic’.

Delta never denied anything in te video. Not a single person answered us back to tell us otherwise. But now that the video is out, they are trying to deny it to save there brand.

Delta has been called out previously for racial matters. The media has been twisting up my words, so i will not be speaking to any media until I speak with my attorney. What they did was wrong and we deserve to speak up about this and not let this happen again. Yes we’re pranksters, and it sounds like the boy who cried wolf but today you can clearly see its as real as it gets.” (https://twitter.com/omgAdamSaleh/status/811751108959961088).

Kespontanan kelompok sosial di sekitar Adam Saleh adalah orang Amerika, dan mereka pastinya sangat tahu dengan sejarah 9/11 atau serangan WTC, yang mereka anggap ulah pihak muslim atau orang Islam bukan dari pihak lokal Amerika, kebenarannya hanya Allah swt yang tahu.

 


Anda dapat mengambil waktu ke belakang saat 2002 atau setelahnya, apa yang terbayang jika Anda naik pesawat penerbangan wilayah Amerika dan melihat ada orang muslim atau pria berpenampilan Islami, ‘kespontanan’ Anda mungkin akan mengarah ke ‘trauma WTC’, setuju kah? ini jika Anda adalah warga Amerika. Trauma WTC bisa disebut seperti itu,

Kespontanan perilaku orang-orang dapat diambil hubungan dengan sisi traumatik kejadian 9/11 atau WTC ini. Karena terjadinya pengkondisian dalam emosi dan isi pikiran warga Amerika bahwa orang Muslim adalah teroris. Padahal tidak semua.

Dihubungkan dengan fenomena di pesawat yang Adam (23) dianggap ‘berbahaya’ karena sedang bertelponan dengan Ibunya dengan suara keras mungkin dan berbahasa Arab, serta dengan teman dekatnya di pesawat tersebut. 

Jika disimpulkan dan dinilai tentu tidak bisa, karena ini adalah trauma yang bertahun-tahun oleh Amerika, bahkan isi emosi yang mendalam tentang simbol-simbol Muslim (seperti penampilan wajah, pakaian, atau di sini bahasa Arabnya saja).

Sementara ini saja dan untuk sumber hanya berpegang pada status akun Twitter Adam Saleh (23) saja, meskipun ada berita-berita lain yang menyatakan perilaku provokatif Adam.

Tetapi lagi-lagi sementara, ini hanyalah komentar dari sumber Adamnya langsung via twitter.

Akhir kata, semoga rakyat Amerika sembuh dari ‘KESPONTANAN’ emosi mendalam tentang simbol-simbol muslim, artinya agar mereka bisa tenang kembali jika menemui orang pernampilan wajahnya, pakaiannya, dan atau bahasa Arab itu.


Advertisement


Artikel Lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *