Memotivasi Kerja SDM yang Baik, Pak Bos! “Pake” 360-Degree Feedback

Memotivasi Kerja SDM yang Baik, Pak Bos! "Pake" 360-Degree Feedback
Mendengar masukan dari kolega di luar lingkungan kerja bagian dari “360 degree feedback” via gettyimages.com

Memotivasi Kerja SDM yang Baik, Pak Bos! “Pake” 360-degree feedback mungkin judulnya terlalu praktis, saat ini kita akan bahas lebih ke aspek mendasarnya. Yaitu mengenai penilaian kerja dengan metode 360-degree feedback agar kalian lebih faham inti dari menerapkannya itu sendiri, mungkin Anda sebagai direktur perusahaan atau juga sebagai karyawan, atau bagian pengelola dari komunitas tertentu juga bisa menggunakan teknik ini.

Performance appraisal menurut King (2008) adalah sebuah cara yang penting dilakukan untuk keberlangsungan sumber daya manusia (SDM) di suatu industri, organisasi, atau komunitas. Performance appraisal (Evaluasi SDM dan produktivitasnya) bisa bermanfaat dalam pengambilan keputusan nantinya baik yang berhubungan promosi, peningkatan, atau pemecatan.

Satu sumber bias dalam penilaian di kesan pertama, seperti menyamakan satu orang dengan orang lain tanpa melihat sudut pandang lainnya.

Sebuah cara menghindari salahnya suatu penilaian kinerja adalah kita dapat menggunakan metode 360-degree feedback, yaitu melalui pengumpulan masukan-masukan dari beberapa unsur pihak, bisa dari bawahan dan juga bisa dari rekan kerja (coleague), atasan (manager), bahkan juga langsung dari pelanggan (customer).

1. Jika Anda Bos, Tidak Baik Memecat Tanpa Bukti Dokumentasi

Kalau di Amerika (US) keputusan pemecatan tidak boleh dilakukan sembarangan, karena mereka memerlukan bukti dokumentasi terhadap kinerja yang kurang tersebut (King, 2008).

2. Tinjau Ulang Informasi Mendasar Deskripsi Kerja / Posisinya

Lihat ulanglah deskripsi kerja, tujuan, dan kapabilitas SDM tersebut agar sebagai fondasi melihat perkembangan nantinya. Juga kita melihat performa kerjanya berdasarkan catatan pribadi kita baik mingguan, bulanan, atau laporan per proyek.

Dan juga kita dapat mencatat kelebihan-kelebihan tertentu, kemampuan mengatasi orang-orang dan situasi, pengetahuan dan kapabilitasnya yang butuh dikembangkan. Ini akan membuat penilaian kerja lebih mudah dan lebih cepat.

3. Tercapainya Jumlah Produk / Waktu Bekerja

Beberapa profesi tertentu cara mengetahui penilaian kerja (performance appraisal) yang objektif dipengaruhi beberapa perspektif. Bisa dilhat kerjanya per jam, atau jumlah penjualannya, atau lamanya bekerja, atau juga banyaknya telat waktu Dia masuk bekerja. (King, 2008)

4. Jangan Pernah Membedakan & Mendiskriminasi Etnis dan Gender

Sangat jelas sekali. Hal ini juga berpengaruh buruk bagi Perusahaan atau Komunitas Anda dalam masalah hukum nantinya.

5. Jadilah Openmind

Jangan bersikap defensif atau skeptik terhadap kritikan atau masukan dari orang lain. Persiapkan diri Anda dan dengarkan dengan baik apa saja umpan balik (feedback) yang akan kamu dapatkan.

 

Image source: typeform.com

Anda mempunyai tanggungjawab dan cara memanajemen kinerja Anda sendiri, perusahaan, atau komunitas Anda. Anda harus meyakinkan semuanya berjalan dengan baik-baik saja. Buatlah sebuah pilihan agar Anda mampu melakukan penilaian kinerja dan mendapatkan umpan balik (feedback) yang lebih banyak di segala arah yang akan membantu kalian tumbuh dan berkembang.

Persiapan yang benar, dan partisipasi masukan secara 360 derajat bisa membantu hal ini semua. -HalogenSoftware”



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + fifteen =